Membaca tulisan Pak Munali, seorang Kepala Sekolah SMK Gondanglegi ternama di Malang, Jawa Timur,  saya menjadi teringat acara hari Rabu yang lalu. Kelas 3 masih menggunakan kurikulum 2013, karena kurikulum merdeka baru 2 tahun di sekolah kami. Tahun pertama kelas 1 dan 4, tahun kedua kelas 2 dan 5.

Pada tema 8 kelas 3, ada pembelajaran tentang makanan tradisional khas daerah. Banyak siswa yang tidak mengetahui nama makanan tradisional, mereka lebih mengenal seblak, takoyaki, minuman shake dan lainnya.

Kami guru kelas 3  berjumlah 4 orang, karena satu leting ada 4 kelas, bersepakat  memesan nasi megono untuk dimakan bersama-sama, agar siswa mengenal dan menikmati rasanya. Selain nasi megono, kami juga memesan jajanan tradisional, yaitu entho cothot, klepon, cucur, lentho, getuk, apem, dan toklo. Jajanan disajikan diatas 4 tampah dan nasi megono 2 bakul.

Siswa dijadwalkan makan mulai pukul 10.45 wib saat istirahat kedua. Mereka makan dibawah pohon dengan pemandangan sawah di sekitar sekolah,  beralaskan terpal dan makan diatas daun pisang, tidak menggunakan sendok namun muluk atau makan langsung dengan jari tangan. Ternyata banyak siswa yang tanduk atau tambah saat menyantap. Mereka mengatakan enak dan ada yang baru pertama kali makan nasi megono. Setelah itu, mereka pun mencicipi jajanan tradisional. Melalui pembelajaran secara langsung, diharapkan siswa mengetahui dan mengingat tentang makanan tradisional khas daerah Temanggung.

Ahad sore, 

Mei, 26, 2024

12 thoughts on “Sego Megono”
  1. Menyenangkan sekali makan Nasi Megono bersama-sama. Yang awalnya tidak tahu menjadi tahu dan doyan.
    Terima kasih sudah berbagi Ibu Indah ❤️

Leave a Reply to admin Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WeCreativez WhatsApp Support
Our customer support team is here to answer your questions. Ask us anything!
👋 Hi, how can I help?