Indahlink.com- “Assalamu’alaikum Bapak Ibu, terima kasih sudah berkenan menerima saya di tempat yang penuh kehangatan. Panjenengan semua tidak hanya pemikir yang hebat, tetapi juga pemroses yang andal. Ijinkan saya turun di halte terdekat yang sebenarnya bukan tujuan perjalanan saya. Doa terbaik untuk Bapak Ibu sebagai pemandu jalan dan trayek intelektual SD Muhammadiyah 1 Temanggung”, (M. Irwan Haqiqi).

Tulisan di atas adalah penggalan dari sebuah kalimat yang di share Pak Irwan, melalui WA grup guru SD Muhammdiyah 1 Temanggung, pada Minggu (30/6/24).Tulisan tersebut sontak membuat kami langsung memberikan respon yang berwarna warni. Ada yang memberi respon menggunakan simbol tangan yang ditangkupkan di dada, ada yang merespon dengan emoticon sedih, menangis, symbol hati, dan ada juga yang merespon dengan kalimat yang sungguh indah.

“Bila kau harus pergi jauh dan takkan kembali, ku akan merelakanmu bila kau bahagia”, (Pak Lukman_Security). Itu adalah salah satu respon terhadap tulisan Pak Irwan yang merencanakan akan resign dari SD Muhammadiyah 1 Temanggung, mulai tahun ajaran baru ini.

Masih teringat saat itu, ketika saya melihat dari jendela kelas, sosok pria tinggi, kurus, dan nampak berwibawa, berjalan melewati musholla sekolah yang berada di belakang kelas lalu menuju tempat parkir. Saya sempat bertanya dalam hati, siapakah beliau, dan ternyata setelah beberapa hari, beliau menjadi bagian dari guru di SD Muhammadiyah 1 Temanggung menggantikan Bu Lia pada 3 semester yang lalu, yang saya mengira beliau adalah dosen. Beliau diberikan amanah untuk membersamai siswa kelas 3, satu letting bersama saya, Pak Rudin, Bu Yuyun dan Bu Syifa.       

Menjadi guru laki-laki di Sekolah Dasar adalah “langka”, dari 50 guru serta karyawan di SD Muhammadiyah 1 Temanggung, hanya sedikit guru laki laki, karena kebanyakan yang melamar pekerjaan adalah perempuan. Pak Irwan adalah salah satu guru yang sangat kompeten, sabar, baik dan bertanggung jawab terhadap pekerjaannya, sehingga tidak heran jika sangat dekat dengan siswa siswinya, bahkan dengan siswa siswa yang sudah naik kelas pun, hubungannya masih sangat baik. Tidak jarang siswa yang sudah naik kelas, ketika selesai jam pelajaran, sebelum mereka di jemput, sering singgah di kelas Pak Irwan, tidak hanya siswa, para wali murid di kelasnya pun merasa sangat dekat, semua karena kesabaran dan kepedulian yang tinggi dalam melayani murid dan wali muridnya.

“Jika itu menjadi pilihan Pak Irwan, insyaAllah ini jalan terbaik yang dipilihkan Allah. Alasan beliau adalah murni karena ingin birrul walidain (berbakti kepada orang tua) dan mungkin pahalanya jauh lebih besar daripada bertahan mengajar di SD Muhammadiyah 1 Temanggung”, tulis Kepala Sekolah dalam chatnya di WAG guru.

Orangtua Pak Irwan bertinggal di Brebes, daerah asalnya, dan mendapat istri orang Temanggung. Selamat berjumpa kembali Pak Ir, njenengan meninggalkan kesan baik di hati kami. Guru dan karyawan semua pasti akan merasa kehilangan, namun inilah hidup, pilihan yang harus dijalani. Semoga Pak Irwan menemukan kesuksesan di tempat yang baru, dapat mewujudkan harapan orang tua, dan silaturahmi tetap terjaga. Sampai jumpa di lain hari, semoga kita bertemu lagi..aamiin.         

One thought on “Pak Ir, biasa kami memanggilnya”
  1. Guru laki2 memang langka, tapi mampu memberi warna yang tak kalah indah untuk anak didiknya. Terima Kasih Pak Irwan sudah membersamai putri saya setahun ini. Semoga semakin sukses di tempat baru, aamiin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WeCreativez WhatsApp Support
Our customer support team is here to answer your questions. Ask us anything!
👋 Hi, how can I help?